Tahun Baru, Kembang Api Rawan Pemicu Kebakaran

penandatangan surat kesepahaman jelang tahun baru (foto/sjd)

NUSA PENIDA, Kembang api dan hura-hura menjadi tradisi setiap perayaan menyambut tahun baru. Terlebih lagi keamanan Bali paska bentrok dua ormas menjadi fokus saat jelang perayaan tahun baru.

" Persiapan tahun baru sejauh ini perayaan masih sifatnya spontanitas berbagai titik, sementara perayaan khusus mendatangkan banyak orang sejauh ini belum ada, namun kami tetap maksimal antisipasi rawan gesekan," kata Kapolsek Nusa Penida Kompol Gede Arianta,SH saat rapat terbatas diruang rapat UPT Terpadu, Kamis (24/12).

Kapolsek menjelaskan menyalakan kembang api sesuai dengan ketentuan hanya diperbolehkan ukuran 2 inchi, itu pun dijual ditempat yang resmi. Percikan api sangat berbahaya bagi kita semua. Apalagi, daerah wisata seperti Lembongan dan Jungutbatu banyak akomodasi penginapan menggunakan alang-alang sangat berbahaya, dia menghimbau menyalakan kembang api di tempat terbuka.

Tidak bisa dipungkiri anak-anak sangat gembira menyalakan kembang api, resiko sangat tinggi, kami memohon  kepada orang tua mengawasi. Sebelumnya, petasan dirazia peredaran di Nusa Penida.
Lebih lanjut, Arianta kesiapan pengamanan H-1 sampai puncak perayaan pihak polsek all out dengan personil sebanyak 59 dan Subsektor Lembongan 14 personil yang dibantu dari Polres Klungkung, " imbuhnya.

Menurut Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, perayaan tahun seharusnya dilakukan sewajar-wajar dan tetap menjaga ketertiban dan keamanan kita bersama.

Oleh : Santana Ja Dewa


Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.