Melihat Lebih Dekat Mangrove di Lembongan


pelancong tracking menyusuri mangrove (foto/hmsklk)

NUSA PENIDA, Destinasi wisata di Bali tidak pernah habis dikupas. Pantai, gunung, Pura sera budaya menjadi magnet para penikmatnya. Bali selatan menjadi andalan, tapi daerah lain memiliki destinasi yang menarik dikunjungi. Salah satunya di Kabupaten Klungkung khususnya di kecamatan Nusa Penida.
Satu-satu kabupaten di Bali memiliki wilayah kepulauan yakni Nusa Lembongan, Ceningan dan Nusa Penida. Sebagai daerah yang dikenal wisata spiritual dan bahari, Nusa Penida banyak menawarkan objek wisata seperti hutan mangrove yang membentang dari Desa Jungutbatu hingga Desa Lembongan yang sangat diminati oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Dalam melayani wisatawan penduduk lokal menawarkan wisata menyurusuri hutan mangrove dengan sampan. Menyusuri hutan mangrove ini memang menawarkan warna lain sisi pariwisata di Nusa Penida. Beberapa wisatawan baik lokal maupun mancanegara nampak ramai menikmati alam hutan mangrove ini. 

kawasan hutan mangrove ini dengan luas mencapai 230 ha dan 13 jenis spesies menawarkan potensi yang cukup besar bagi peningkatan pendapatan desa maupun daerah. Terlebihhutan mangrove sudah menjadi Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida. Untuk pengelolanya bisa mohonkan untuk bisa dikelola oleh desa. Beberapa hal yang ditawarkan salah satunya dengan membuatkan jogging track untuk wisatawan. Agar tidak terjadi persaingan atau mematikan usaha pemilik sampan bisa jalur track dibuat berbeda ditempat lainnya.
"Bisa dibayangkan bila hutan yang begitu luas dikelola dengan baik tentu akan mendatangkan pendapatan yang cukup besar bagi desa atapun daerah" kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. 

Made Mandi warga Jungutbatu seorang pemandu sampan mengungkapkan, dirinya sudah sering mengantar wisatawan untuk menyusuri kawasan hutan mangrove ini. Wisatawan sangat menyenangi kegiatan tracking hutan mangrove. Bahkan wisatawan minta untuk mengantar jangan memakai sampan bermesin. "Mereka meminta jangan pakai sampan mesin untuk menjaga kelestarian alam mangrove" katanya.(sjd).

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.