Petani Rumput Laut Nusa Penida Takut Angin Utara dan Timur





 hamparan rumput laut di Nusa Penida, petani sangat takut angin timur dan
utara dikarena berimbas pada hasil panen rumput laut (foto/yansu)
 
Nusa Penida (waklaba.blogspot.com)

Masyarakat pesisir laut Nusa Penida khususnya yang memiliki pantai sebagian besar menggantungkan hidupnya dari laut. Baik sebagai petani rumput laut maupun menjadi nelayan. Kita bisa jumpai sepanjang pantai semaya sampai pantai Toya Pakeh ditemui beberapa kelompok perahu tradisional yang ditambatkan.

Kita pun bisa lihat bedeng-bedeng rumput laut yang berjejer disepanjang pantai. Dipinggir pantai terlihat pemukiman tidak permanen berbaris yang biasa digunakan untuk berteduh mengikat rumput laut. Pemukiman ini biasa disebut rompok yang juga berfungsi sebagai gudang penyimpanan rumput laut kering.
Seperti sebuah perkemahan, rompok ini beratapkan daun kelapa kering. Ketika laut surut pemandangan ini seperti persawahan yang ada dilaut. Ban yang diatasnya ada keranjang berisi rumput laut menjadi keunikan tersendiri.
Demikian pulau di pulau Ceningan dan Lembongan terlihat banyak bedeng rumput laut dengan aktivitas kesibukan warganya. Bedanya dengan pembudidaya rumput laut Nusa Gede kebanyakan menggunakan ban dalam truck, petani rumput laut di Ceningan dan Lembongan menggunakan sampan sebagai pengangkut rumput laut.

Jenis rumput laut yang dibudidayakan ada dua jenis. Yaitu jenis spinosum dan cattoni. Bedanya dari kedua jenis adalah warnanya. Cattoni berwarna hijau atau kuning sedangkan spinosum berwarna merah kehitaman. Selain warna, cattoni relatif lebih mahal dari jenis spinosum. Rupanya petani rumput laut Nusa Penida takut dengan akan angin utara dan angin timur.

Setelah ditelisik karena bila angin yang bertiup dari barat ke timur uang disebut angin timur membaqa udara yang panas sehingga suhu air laut menjadi agak hangat. Biasanya rumput laut rontok yang biasanya disebut penyakit ice-ice. Sedangkan angin yang bertiup selatan ke utara biasanya membawa udara yang dingin sehingga rumput laut pun rapuh.

"Kini dimusim ini hasil rumput laut jauh berkurang karena sering angin utara. Paling sehari dapat 700 kg. Biasanya saya dapat beli rumput laut 2 s/d 3 ton sehari. Siklus panen rumput laut sekitar satu bulan sudah bisa panen semenjak ditanam, terang I Made Darman pengempul rumput laut di Dusun Semaya, Selasa (26/5).

Pendapat Darman ini dilengkapi I Ketut Jagra bahwa rumput laut bagus bila angin selatan atau barat sekalian. "Angin timur dan angin utara membuat hasil panen akan merugi. Kami sering cemas karena rumput laut pendapatan satu-satunya untuk menggantungkan hidup, jelas Jagra dengan rada khawatir.#sjd

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.