Militant Arts Gelar Pameran Lukisan

Militan Arts


Denpasar (waklaba.blogspot.com)

Militant Arts salah satu komunitas seni rupa yang dibentuk berawal dari sebuah grup di social media. Dari perbincangan social media banyak hal disampaikan mulai dari mencurahkan unek-unek tentang seni rupa. Sampai sejauh ini keanggotan terus bertambah hingga beranggotakan 30 orang.

Hal ini disampaikan Ketua Militan Arts I Putu Bonuz Sudiana, Selasa (12/5) mengatakan dari hasil pertemuan semua anggota  kami memutuskan untuk membuat hajatan berupa Pameran Lukisan bertajuk ULU-TEBEN  yang digelar 21 Juni mendatang di Bentara Budaya Bali. Tema ulu-teben salah satu konsep Bali yang sering digunakan baik didalam kegiatan sehari-hari maupun saat upacara. Ini dimaksudkan agar para seni rupa secara total berkarya. 

Di grup ini, hanya orang-orang yang kuat mental jika tidak kuat, asli melarikan diri setidaknya keluar dari grup dgn cara baik dan benar. Karena ledekan, kritikan makian serta siksaan Bathin lainnya bahkan bisa nohok pada personal sangat "mematikan gaya". Hal ini dimaksudkan bukan menjatuhkan mental tapi sebagai cambuk untuk terus menggali potensi setiap seniman terus berkarya, “ terangnya Bonuz seniman asal Nusa Penida.

I Putu Bonuz Sudianan mengatakan kami tidak muluk-muluk menjanjikan apapun dari grup ini untuk seni rupa, hanya ingin berbuat semampunya, atas rasa tanggung jawab sebagai pelaku seni.

Dan komunitas ini pun tidak mengikat apapun dalam aturan-aturan baku sebuah kelompok, tidak ada kewajiban mutlak, seperti iyuran dan sejenisnya, jika tidak ada kegiatan.


“ Harapan kami, acara nanti agar menjadi suasana baru dalam kancah seni rupa. Dari sebuah dsiskusi kecil di dunia maya, bisa melahirkan ide-ide kreatif yang bisa di "eksekusi" dalam praktek nyata, “ pintanya. 

Oleh : Santana Ja Dewa

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.