Menelusuri Karya Made Arya Dedok


Situasi riil sekarang pergolakan isu-isu politik disusupi agama sontak perang argumen baik secara terbuka maupun diam di sosmed banjir beranda. Kadang lelah juga memperdebatkan masalah itu saja, keras hidup persoalan mendasar. Memenuhi kebutuhan mulut sampai keperut susah sehingga gampang dihasut sedemikian rupa. Celah seperti jalan mulus buat mereka yang akan mengerecoki negeri yang penuh keragaman.

Situasi kian kacau balau didunia antah beranta hidup makin ruwet ditambah ruwet. Sederhana saja jika dalam diri melakukan sesuatu niscaya hidup terasa lebih berarti. Dan sengaja dibikin gaduh suasana keruwetan tersaji. Momok ego membrangus daya pikir kita hingga memuluskan jalan sama sekali tidak memikirkan disamping yang terpenting dirinya dapat keuntungan dari kesedihan orang lain. Tapi, ego itu bukan memberikan rasa nyaman malah pikiran malah kacau pusing tidak bisa tidur berakibat tubuh mengalami kelemahan pada akhirnya jatuh sakit.

Sesuai karya perupa Made Arya Dedok keruwetan dalam diri disampaikan apik dan mengelitik. Senyum tulus adalah modal keruwetan obatnya. Made Arya Dedok mengimplementasikan diri dalan berkesenian apapun situasi yg kita hadapi harus tetap tersenyum dan semangat, hal itu membuat kita lebih bersyukur. Hidup berat jangan dibuat berat mengalir aja dan mainkan hidup biar lebih hidup.
Kurang piknik dan gagal paham slogan yang dilontarkan bagi orang-orang gawat hidup dan mementingkan ego. Pada dasarnya slogan ini mengajarkan untuk lebih bersyukur dan menikmati hidup dalam kesederhanaan dan selalu terus belajar hidup kerena hidup adalah pembelajaran maha dasyat. Belajarlah seperti air dimana daerah paling bawah air mengumpul dari berbagai tempat tinggi begitu juga dalam kita pergaulan. Selalu merendahkan diri dengan begitu ilmu yang kita dapat banyak. Seandainya meninggikan ego malah kita silang pendepatan tanpa ada ujung pangkal malah repot tentu bisa permusuhan kalau tidak bisa menekan ego masing-masing.

Kembali karya Made Arya Dedok menjelaskan hal yang terpenting adalah mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan yang disenangi salah satunya berkesenian. Keseimbangan otok perlu disini agar tetap bisa menyimbangkan diri. Asupan nutrisi tidak hanya dibutuhkan tubuh kita otak juga perlu. Asupan otak baik melalui membaca atau menyimak hal-hal postif.

Selain ego iri terhadap orang laing juga masalah coba rasa iri tersebut jadikan sebuah pelucut semangat diri melangkah justru lebih bijak lebih terasa adem, sejuk ajak mereka berbincang dengan baik selain ilmu itu dapat pengalaman secara langsung bagaimana menggapai kemenangan dari diri. Rasa kemerdekaan diri penting mengingat asutan tidak jelas pulang tanpa diantar. Mencapai kemerdekaan tersebut digapai dengan proses. Proses itulah pelajaran hidup akan nikmat seperti ketika mendengarkan sebuah alunan musik yang menyejukan.

Dalam buku Senyum Diri dan Untuk Sahabat karya Eildelweis Almira menerangkan persahabatan tidak sebatas antar mereka yang berusia muda. Persahabatan juga tidak sebatas berada pada dinding sekolah atau kuliah.Ternyata buku ini adalah kumpulan cerpen Eidelweis Almira yang bertemakan tentang sahabat, khususnya senyum sahabat. Senyum dari dan untuk sahabat walaupun pernah melalui masa-masa sulit, masa-masa kesalahpahaman, dan masa-masa hampir mementingkan keegoan masing-masing. Semua perselisihan dan kesalahpahaman pada akhirnya mampu terselesaikan dan bermuara pada senyum pengertian antar-sahabat.

Senyum sebetulnya gampang diterapkan kepada siapa saja maklum saja senyum tidak butuh biaya mahal. Tapi, senyum dampaknya sangat luar biasa tidak bakalan jadi miskin orang memberikannya, sebaliknya menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.

Mengapa seseorang harus tersenyum?



Senyuman memiliki kekuatan luar biasa. Senyuman dapat membuat kita melihat dunia lebih indah. Senyum tulus dapat mencairkan hubungan yang beku, memberi semangat pada orang yang putus asa, membuat cerah suasana muram, obat penenang jiwa yang resah. Tersenyum bisa menjadi pembangkit semangat.

Tersenyum juga membuat diri menjadi lebih siap menyelesaikan masalah. Karena dengan tersenyum, akan timbul energi positif untuk mampu melihat setiap permasalahan dengan lebih jernih. Membuka sebanyak mungkin peluang penyelesaian masalah. Senyum adalah sebuah ekspresi universal yang dikenali oleh seluruh budaya di dunia dengan persepsi yang sama. Senyum adalah alat transaksi yang paling bernilai di muka bumi.

Penelitian Patterson dan Tubbs (2005) yang berjudul Throught a Glass darkly: Effect of Smilling and Visibility on Recognition and avoidance in Passing Encounter (dikutip wikipedia.org) mencoba menyajikan bagaimana dampak senyum dan pandangan mampu mempengaruhi orang lain yang tidak dikenal. Peneliti melakukan berbagai eksperimen yang bertujuan melihat apakah ada perbedaan antara senyum yang dilakukan oleh seseorang di antara pejalan kaki di sebuah universitas. Peneliti menggunakan kaca mata hitam sebagai alat eksperimennya dan membandingkan efeknya antara laki-laki dan perempuan.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa pejalan kaki lebih banyak merespon perempuan yang tersenyum kepadanya daripada laki-laki. Laki-laki yang menggunakan kaca mata hitam justru dianggap mengancam atau berbahaya ketika menggunakan kacamata hitam sehingga orang lain justru menghindar. Namun dampak yang lebih baik ketika eksperimenter baik laki-laki maupun permpuan tersenyum kepada pejalan kaki yang lain sambil memandang sepintas, maka hal tersebut dianggap sebagai senyuman yang hangat. Senyum dengan memandang seseorang mampu membuka hubungan yang baik bagi orang yang baru dikenal. (*)

Oleh ; Santana Ja Dewa

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.