Hujan Melanda Konser Amal Penonton Tetap Asyik Berjoged

meski hujan konser amal tetap berjalan aman dan lancar (foto/humaskonseramal)

DENPASAR, Gemuruh petir menggelegar kalaborasi hujan pertengahan pergelaran konser amal pasca ambruk Jembatana Kuning, Nusa Lembongan berlangsung lancar dan aman. Tensi semangat penontong yang hadir berbanding terbalik ketika hujan menderu tempat acara di Lingkar Art Space malah tetap asyik berjoged tidak menghiraukan hujan. Sekeujur tubuh basah memberikan kesejukan bagi penonton meningkatkan andrenalin terpacu lebih kencang menikmati musik keras.

Konser Amal bertajuk Survive Yellow Bridge Charity for Lembongan Student menyuguhkan berbagai genre musik mulai Devildice, Nostress, The Dissland, Scared Of Gums, Rajawali Ingkar Janji, Leanna Rachel, Made Mawut serta Sandayati Fay. Kehadiran musisi Bali membius para penggemarnya tiada henti bernyanyi. Pengisi acara tidak hanya musisi turut hadir memberikan sumbangsih karya puisi mengenai jembatan kuning adalah Putu Bonuz Sudiana seorang penyair yang kebetulan juga perupa.

Panitia I Komang Diktat sempat kewatir suara petir berderu menyerang tempat acara juga hujan tanpa henti menghujan pertengahan acara. Panik, cemas bercampur aduk. Salut pada penonton yang hadir basah-basah menikmati musik tidak beranjak pulang sampai acara selesai.

" Berjalan dengan lancar walau di guyur hujan tidak menyurutkan semangat Kawan - kawan Musisi, Panitia dan juga penonton yang sudah berdonasi, " ucap Diktat yang juga seorang fotografer, Sabtu (12/11) kemarin malam.

Acara tersebut terkumpul dana baik yany melakukan transfer dan menyumbang langsung total donasi sebanyak 30,9 juta

Diktat berterima kasih kepada para donatur, panitia, pengisis acara serta yang telah ikut hadir berpartisipasi dalam acara Kami.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih semoga Tuhan memberikan balasan yang berlipat ganda atas segala bentuk bantuannya.

Sesuai rencana donasi akan di serahkan pada pihak Desa Lembongan pada 16 November 2017 bertepatan sebulan musibah putusnya Jembatan Kuning.

" Sungguh diluar dugaan hujan tidak henti-henti membasahi tempat acara sedikitpun penonton balik arah dan pulang. Musik biasanya hanya dinikmati kalau yang ini tentu beda sambari jingkrak-jingkrak peduli kepada sesama merupakan bukti bahwa musik mengshare mereka ikut andil, " kata Perupa sekaligus Penyair I Putu Bonuz Sudiana. (*sjd)





Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.