Tari Sila Jaya Cikal Bakal Nama Desa Batununggul

Tari Sila Jaya maskot Desa Batununggul (foto/sjd)

BATUNUNGGUL, Tari sebuah hasil karya seni mengambarkan keelokan sebuah gerak memadukan kisah-kisah heroik yang diterjamahkan sebuah garapan seni penuh histori. Dibalik tari tersebut menyelipkan sebuah makna mendalam arti sebuah perjuangan, filosofi spirit vibrasi spiritual. Tari maskot adalah tari dimana tari tersebut mengambarkan sebuah daerah me...ngambil cerita atau kisah heroik masa lalu diterjemahkan dalam sebuah tari.

Tari maskot Sila Jaya, Desa Batununggul yang digagas mahasiswa KKN ISI Denpasar merampungkan sebuah tari mengisahkan nilai jiwa satria. Dikisahkan warga Nusa Penida dalam hal ini Bali Aga tidak menaati aturan yang diberlakukan kerajaan Klungkung, diutuslah seorang satria yang bernama I Dewa Kaleran ditugaskan melawan Bali Aga. Wilayah Dangin Batas tidak patuh pada kebijakan Dinasti Kerajaan Klungkung timbulah peperangan. Dalam situasi itu, seorang satria Kaleran sebelum melakukan peperangan memohon dua restu dan angurah pada sebuah batu besar yang memiliki aura magis. Kemengan berpihak pada satria I Dewa Kaleran sebagai tanda jasa desa tersebut dinamakan Desa Batu Unggul. Waktu berjalan nama desa itu berubah menjadi Desa Batununggul.

Pengagas Tari Sila Jaya Made Adi Wicaksana mengatakan gagasan dan ide membuat sebuah garapan tari sebagai maskot Desa Batununggul. Kisah heroik pada jaman kerajaan Klungkung sangat menarik dijadikan sebuah tari. Proses pembuatan memang terbentur banyak persoalan disamping durasi waktu yang mepet namun kami mampu memberikan sebuah karya kepada masyarakat Desa Batununggul.

Lebih lanjut, Adi menceritakan pengumpulan narasumber tentang kisah heroik tersebut menjadi bahan rujukan menggarap tari maskot, disamping bukti sebuah batu besar yang sekarang menjadi sebuah Pura Puseh Batununggul.

" Meciptakan sebuah kenangan yang tidak bisa dihapus oleh waktu, dengan tari maskot ini sebagai kenangan manis untuk selamanya diingat pengabdian KKN baik mahasiswa dan masyarakat Batununggul, " ucapnya.

Menurut tokoh masyarakat setempat sekaligus Bendesa Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul I Dewa Ketut Tayanegara menyampaikan apresiasi yang tinggi pada mashasiswa telah mengabdikan diri pada masyarakat. Apalagi menciptakan sebuah tari maskot untuk Desa Batununggul sungguh luar biasa. Tari kebesaran Sila Jaya merupakan implementasi ide, kreatif seni kisah heroik yang nantinya berimbas pada nilai yang tercamtum pada tari tersebut.

Tayanegara akan menginventaris tari Sila Jaya baik berupa video untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Sementara pembinaannya menyerahkan pada seniman lokal melatih anak-anak. Setiap kesempatan tari ini akan diwajibkan ditarikan.

Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri perpisahan KKN ISI Denpasar di wantilan Pura Panataran Ped beberapa waktu lalu mengatakan kesenian yang ada tentu kedepan berharap dikembangkan dan berkelanjutan hasil dari mahasiswa kerjakan. Daya cipta mahasiswa dinikmati masyarakat selamanya. Kehadiran mahasiswa sangat membantu masyarakat kami kesenian sakral yang sudah diinvetarisakan dan berupa data base. Dukungan dan pengabdian mereka waktu sebulan ditanggap dengan baik ditindak lanjuti dari masing-masing banjar. Banyak event di klungkung digelar Pemerintah Klungkung siap memfasilitasi, kerja sama pihak ISI Denpasar.

" Saya sangat berterima kasih dan apresiasi kegiatan KKN mengkaji terhadap seni dan budaya di Klungkung memberikan masukan dan pengabdian pada masyarakat," ucap Bupati Klungkung. (*sjd)

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.