Purnama Sasih Ketiga Pelabuhan Sampalan Diruwat

krama sampalan menggelar pencaruan di areal pelabuhan (foto/sjd)


 BATUNUNGGUL, Aktifitas pelabuhan tradisional Sampalan sangat padat melayani arus penumpang setiap harinya. Selain penumpang pelabuhan rakyat digagas untuk membantu arus barang dari Kusamba menuju Nusa Penida begitu sebaliknya menggunakan mode angkutan sampan. Sampan merupakan armada tradisional khusus barang dengan kekuatan maksimal 12 ton sekali jalan. Dua armada transfortasi baik sampan dan speed boat melayani penyeberangan pelabuhan, rakyat yang dikelola banjar Sampalan berbenah diri semaksimal mungkin memberikan kesan baik kepada semua pengguna jasa pelabuhan.

Pelabuhan Sampalan terletak sangat strategis disamping dekat dengan pusat pemerintahan kecamatan juga dekat Pasar Mentigi. Letak strategis inilah pelabuhan Sampalan jadi pilihan alternative arus barang, sementara penumpang pilihan utama. Disaat aktiftas padat, pelabuhan Sampalan pada rahina purnama sasih ketiga sehari jelang Kuningan diruwat dengan upacara pecaruan, manca, pakelem dan piodalan.

Menurut Panitia I Dewa Made Sudiatmika mengatakan upacara pencaruan manca serta piodalan berlangsung purnama sasih ketiga kebetulan bertepatan dengan rahina penampahan Kuningan. Tujuannya tiada lain keharmonisasi dan memohon agar aktifitas pelabuhan berjalan aman dan lancar. Penyanggra piodalan krama banjar Sampalan, Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul.

" Semua pemilik armada ikut berpartisipasi dalam upacara ini sekaligus bersembahyang bersama guna memohon kelancaran aktifitas penyeberangan aman, lancar dan kondusif," ucap pria yang akrab disapa Dewa Gobil.

Hal senada disampaikan tokoh setempat I Dewa Made Ardana Darmawan, kali pertama diadakan upacara piodalan dan pencaruan serta pekelem. Hal ini dimaksudkan agar sekala dan niskala harmonis. Secara sekala bagaimana memberikan kenyamanan, aman bagi pengguna jasa pelabuhan sebagai pintu masuk menuju Nusa Penida memberikan kesan yang baik sesuai dengan sapta pesona yang diluncurkan pemerintah menyambut kedatangan wisatawan.

" kita sama-sama menjaga dan memberikan kesan yang baik pada pengguna jasa pelabuhan lakukan dan wujudkan setiap hari. Salah satu indikator ramah terhadap pengguna jasa, kita tunjukan baik ramah kepada pengguna jasa tentunya ramah lingkungan. Kita welcome !, " terangnya. (*sjd)

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.