Pariwisata Menggeliat Anak Muda Ambil Bagian

Warung Baton Sabo yang dibuka Dewa Aswin (foto/as)

BATUNUNGGUL, Sektor informal tidak merta dilakukan yang sudah berumur menangkap peluang usaha, anak mudapun mulai terjun sektor ini. Berdasarkan pengalaman yang didapat dirantauan terutama di Denpasar anak muda memberanikan diri membuka dunia usaha. Keberanian ini patut diacungi jempol usaha yang digeluti tidak jauh dari tongkrongan anak muda kekinian. Pemuda sudah berkecimpung manisnya dunia pariwisata pulang kampung berbekal pengalaman, I Dewa Made Aswin Adhiskara tidak merasa kesulitan membuka sektor informal khususnya warung makan. 

Pengalaman memberikan pembelajaran penting bagi hidupnya hingga memutuskan pulang kampung berbudikari ditanah kelahiran sendiri. Perkembangan pariwisata Nusa Penida menggeliat jadi pertimbangan membuka usaha ini. Merajut asa tempat kelahiran ada rasa kebanggaan berlebih ketimbang bekerja dirantuan. Pengalaman mengajarkan Aswin lebih kekar dan terus tiada henti menuangkan ide-ide segar mengolah makanan untuk wisatawan yang datang.

Passion memasak bagi Aswin terbentuk dengan sendiri atas dasar rasa senang. Emang memasak biasanya dilakukan kaun hawa tapi jika dilakukan kaun adam sesuatu banget. " jadi anak kost dulu dilatih kemandirian ketertarikan memasak muncul memutuskan kuliah pariwsiata. Padahal saya kuliah awalnya keguruan karena tidak suka akhirnya membelot," kata Aswin.

Menurut memutuskan kuliah ini berbagai pertanyaan sering muncul tapi dijadikan cambuk semangat kuliah yang memang betul disukai bukan seruan kebanyakan. Saat kuliah pariwisata ide angan sesuatu saat nanti membuka usaha dikampung sendiri. Akhirnya ide terwujud sekarang, rasanya tidak terbayangkan lega bercampur-campur antara haru dan senang.

Aswin menjawab keraguan selama ini terbelesit anak muda tidak berani membuka usaha. Banyak pertimbangan macem-macem, jika punya ide kenapa tidak diwujudkan. Menggeliat pariwisata Nusa Penida daya gedor membuka usaha ketimbang hanya sebagai penonton semata. Walaupun kecil usaha sendiri ada kepuasan diri bisa menjawab keraguan selama ini yang muda bisa berbuat.

" Keahlian memasak diramu dengan tempat asyik dan menyenangkan sebagai tempat kongko-kongko anak kekinian. Tempat tongkrongan anak muda berkumpul yang asyik belum ada di Nusa Penida peluang ini sangat bagus untuk diwujudkan," tuturnya pemuda asal Banjar Batununggul.

Menu yang disajikan mulai lokal hingga Eropa secara bertahap dilakukan menjaring tamu yang datang berkunjung ke Nusa Penida. Lokasi warung tidak jauh dari pusat kota kecamatan kearah timur. (*sjd)
Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.