Bupati Suwirta ; Goa Jepang Akan Ditata Sebagai Destinasi wisata

Bupati Suwirta meninjau Goa Jepang yang akan ditata ulang guna menunjang pawisata Klungkung (foto/humsklk)


KLUNGKUNG, Keberadaan peninggalan Jepang berupa goa berlokasi tepi jalan tepatnya di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung menyimpan potensi pariwisata yang belum digarap maksimal. Seruan warga agar goa Jepang dipermak sedemikian rupa agar menarik wisatawan datang. Saran tersebut direspon Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengunjungi Goa Jepang yang berada di Kecamatan Banjarangkan Senin (6/2).

Bupati Nyoman Suwirta yang didampingi Wabup Made Kasta menyusuri area Goa Jepang guna menggali potensi yang ada serta menyusun rencana penataan Goa Jepang sebagai objek wisata di Kecamatan Banjarangkan. Kehadiran kedua pemimpin Klungkung ini disambut para tokoh masyarakat setempat yang terdiri atas Pemangku, Perbekel , Bendesa , Klian Subak serta sejumlah instansi diantaranya dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali Wayan Muliarsa, Camat Banjarangkan IB Mas Ananda, perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Pekerjaan Umum(PU).

Goa Jepang dibuat oleh tentara Jepang pada tahun 1941-1942. Tujuan adalah sebagai lokasi perlindungan para tentara Jepang dalam upayanya mempertahankan diri dari serangan tentara sekutu di masa Perang Dunia Kedua. Goa memiliki 16 lubang dengan kedalamannya yang mencapai 14 meter yang saling dihubungkan oleh sebuah lorong memanjang arah Utara Selatan.

Selama ini Pemkab Klungkung belum berani malakukan penataan terhadap Goa Jepang dikarenakan Goa ini sudah dimasukkan kategori cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya wilayah Bali NTB NTT. Namun Wayan Muliarsa selaku perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali mengatakan berdasarkan UU Nomer 11 Tahun 2010 tentang manajemen pengelolaan Cagar Budaya yang bersifat partisipatif. Dimana pengelolaan cagar budaya melibatkan para stakeholder yang terdiri dari masyarakat, akademisi, NGO, pihak swasta dan pemerintah daerah.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Pemkab Klungkung dalam mengelola Goa Jepang. Pemerintah Daerah baik tingkat propinsi dan kabupaten mempunyai peran yang penting, tidak hanya dalam perlindungan dan pengembangan tetapi juga dalam pemanfaatan Cagar Budaya untuk kepentingan masyarakat.” ujar Muliarsa.

Ia menambahkan agar nantinya pemkab turut melibatkan Badan Geologi dalam pengembangan dan pemanfaatan cagar Budaya Goa Jepang, untuk mengetahui struktur dan kekuatan Goa Jepang yang sudah berumur puluhan tahun itu. Ia juga berjanji Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali akan membantu Pemda Klungkung dalam pengembangan dan pemanfaatan cagar Budaya Goa Jepang.

Atas masukan dan saran dari Wayan Muliarsa selaku perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali, Bupati Nyoman Suwirta langsung perintahankan Dinas PU untuk segera merancang ulang penataan Goa Jepang.

“ Sejak tahun 2014 kita sebenarnya sudah merencanakan pengembangan Goa Jepang sebagai objek wisata, namun yang dirancang bukan penataan bagian Goanya, tapi sisi selatan Goa, untuk itu saya perintahkan Dinas PU untuk merancang ulang seluruh rencana penataan Goa Jepang dengan melibatkan lebih banyak pihak. Perencanaan Goa Jepang selesai bulan Juni 2017 nanti ,” ujar Bupati Suwirta.(*)
Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.