Lagi Nelayan Tertangkap Menggunakan Alat Bantu di Nusa Penida



 nelayan asal NTB tertangkap di periran Manta Point II mengkap ikan menggunakan kompresor okkah dengan selang panjang ratusan meter (foto/SJD)

Nusa Penida (waklaba.blogspot.com)

Lagi-lagi neyalan tertangkap basah menangkap ikan di kawasan KKP Nusa Penida, Tidak sekali saja beberapa waktu lalu juga kedapatan nelayan lego jangkar . Kawasan Manta Point II sangat menjadi incaran para nelayan. Parahnya nelayan menagkap ikan dan lobter dengan menggunakan kompresor. 

Nelayan asal Dusun Rumbuk, Desa Baru, Kecamatan Alas, Sumbawa , Nusa Tenggara Barat ini dari tiga hari berlayar. Perahu yang bernama Akbar JR membawa 6 ABK dan satu kapten. 

Team patroli diantaranya TNI-AL Danposal Nusa Penida Yonas Rondonuwu, Polair Nusa Penida I Nengah Sukarena. Dalam patrol kali ini didampingi oleh Kepala Kantor Perijinan Klungkung I Made Sudiarkajaya, Camat Nusa Penida I Ketut Sukla, SH serta dari Forum Krama Muda Nusa Penida (FKMNP) I Kedek Sugiarta, Rabu (28/1). 

Gelombang agak besar sangat sulit menggiring nelayan tersebut, tanpa henti team berusaha menaikan kapten kapal yang bernama Syamsul Bahari naik ke boat patroli. Setelah perahu digiring ke Cystalbay, team patrol langsung mengledah isi kapal. Alhasil, ternyata nelayan ini menangkat lobter serta ikan yang mempunyai nilai jual tinggi. 

“ bagiamana cara nangkap ikan ,” Tanya petugas. Dengan suara gugub Kapten Kapal menjawab “ pake alat tembak komandan “.
“ Ah masak sebanyak ini dan kedalaman mustahil bisa menangkap ikan” Tanya lagi Petugas.

Kecurigaan petugas, ikan baru ditembak menggunakan alat tembak saat digeledah. Semua lobter dilepas di Crytalbay oleh petugas. 

Ketua Team Patroli I Nyoman Sangging mengatakan penemukan nelayan yang sedang menangkap ikan menggunakan kompresor. Kami beserta CTC memberikan penjelasan dan pengertian  tentang pelarangan menggunakan kompresor. Kami memberikan peringatan kepada nelayan agar tidak menangkap ikan di kawasan koservasi. Nantinya kami berkoordinasi dengan pihak Dinas terkait tentang perijinan penangkapan ikan, “ tuturnya.

Menurut Coral Triangle Center I Wayan Suarbawa kapal Akbar JR melakukan aktifitas penangkapan ikan menggunakan alat bantu kompresor. Kegiatan menangkap ikan menggunakan alat bantu sangat dilarang yang akan merusak biota laut yang ada di kawasan koservasi. Team memberi peringatan keras kepada nelayan yang menggunakan alat bantu serta bahan yang berbahaya. Dari hasil temuan patroli diharapkan kepada nelayan Bali , Lombok serta stiikolder lainya untuk mematuhi aturan KKP Nusa Penida. Sebagai pembinaan, nelayan tersebut dilayangkan surat peringatan dan  meminjam dulu selang kompresor sampai pemilik meminta kembali. 

Dia menghimbau kepada nelayan bersama-sama melestarikan biota laut di periran Nusa Penida demi mengwujudkan kesejahteraan masyarakat berlanjut. Mudah-mudah dengan peringatan keras ini kepada nelayan tidak menggunakan alat batu dan bahan berbahaya lagi, “ terangnya.

Sementara Kepala Kantor Perijinan Klungkung I Made Sudiarkajaya untuk menekan tindakan nelayan yang tidak mengidahkan aturan di periran Kawasan Koservasi Periran Nusa Penida (KKP) harus ada SOP penangkapan ikan. Modal dari sana kita bisa menetapkan perijinan penangkapan ikan. 

Kebanyakan neyalan dari luar Nusa Penida seperti Lombok dan Sumbawa yang memanfaatkan periran Nusa Penida. setidaknya penangkapan ikan maxsimal 2 hari harus ditetapkan. Nanti kita berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan ijin menangkap ikan di Kawasan koservasi yang sesuai dengan ketentuan KKP berlaku, “ ujarnya Pria asal Lembongan. 

Oleh : Santana Ja Dewa



Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.