Kemanunggalan " Linggam-Yoni"



Inilah sorga dunia dimana letak kenikmatan berada. Siapapun akan dibuatnya gila. Tidak memandang kelas manusia. Bahkan para suci pun dibuatnya rebah dalam ketak berdayaan. Betapa kuatnya kenikmatan yang terlahir darinya. Padahal ia adalah secuil lemak yang ditumbuhi sejumput rambut. Lubang menganga, seperti luka yang tidak pernah sembuh yang berbau dan selalu basah. Tetapi, kekuatannya dapat membalikkan kesadaran kita, sehingga ia bukan lagi sekadar lemak, bulu dan luka, tetapi lubang kenikmatan yang mengalahkan kenikmatan apapun. Ia bukan lagi berbau busuk, tetapi perpaduan sad rasa yang memantik hasrat tuk mengecap. Tiadanya, maka banyak jiwa-jiwa yang dibuatnya nelangsa.
Tantrik melihat bukan nikmatnya. Tetapi kekuatan yang ada padanya. Kekuatan yang dapat membalikkan kesadaran diri. Kekuatan inilah yang dipuja. Sebab ia bukan sekadar lubang pemuas nikmat tetapi darinya manusia terlahir, sehingga siklus kehidupan dapat berlangsung. Darinya pula terlahir kekuatan kiwa-tengen-kiri-kanan sebagai kesempurnaan hidup. Memuja dan memuliakannya akan sama dengan kita memuliakan mulut Brahman sebagai Kunda dari persembahan yajna.
Memuja berarti menjadikannya mulia dan berharga. Kemudian, memuliakannya berarti pula meninggikan perempuan sebagai Ibu semesta. Dan, dalam Kamatantra tidak cukup hanya memuja, memuliakannya dst, tetapi "memuaskan" nya adalah kewajiban yang prinsip. Sebab hanya dengan memuaskannya, energi itu dapat lebur dalam kelepasan sempurna, yakni orgasme kemanunggalan antara Lingga-Yoni...Siwa-Sakti...emosi-kesadaran. Dan, itu bisa terjadi ketika memuaskannya meniadakan rasa......
#rahayu
*penulis seorang Dosen IHDN Denpasar


Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.