Patroli bersama KKP Nusa Penida & CTC

 
 
sebelum melakukan patroli berdoa serta pengarahan 


Nusa Penida (waklaba.blogspot.com)
- Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida bersama Coral Triangle Center (CTC) melakuan patroli bersama mengelili Kawasan Koservasi Perairan di Nusa Penida , Rabu ( 28/8/2013) berapa waktu yang lalau.

Upaya pengelolaan efektif kawasan tersebut dilakukan melalui pengembangan dan penguatan kelembagaan pengelolaan, rencana pengelolaan dan zonasi kawasan konservasi yang tepat, dukungan infrastruktur pengelolaan serta terlaksananya kegiatan-kegiatan pengelolaan secara kolaboratif kawasan konservasi perairan yang didukung dengan pendanaan berkelanjutan. Berbagai bentuk kegiatan pengelolaan kawasan yang efektif ini akan terus dikembangkan di Nusa Penida, “ kata Andreas Muljadi perwakilan CTC.

Sebagai informasi, sejak 2013 KKP dan Pemerintah Provinsi Bali menetapkan perairan Nusa Penida sebagai kawasan konservasi perairan dengan luas 20 ribu ha hektar yang mencakup seluruh perairan di Kecamatan Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Pengembangan kawasan konservasi Nusa Penida dan kawasan konservasi perairan lainnya di Indonesia sebagai implementasi atas komitmen pemerintah Indonesia dalam Coral Triangle Initiative (CTI). Tercatat, sampai saat ini Indonesia telah mengkonservasi sekitar 15,78 juta hektar wilayah perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil dari target 20 juta hektar pada tahun 2020. Sharif menjelaskan bahwa kementerian ini tidak berhenti hanya pada target luasan, target utamanya adalah pengelolaan kawasan konservasi yang efektif untuk mendukung perikanan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat, tuturnya Andreas.

Sementara Ketua KKP Nusa Penida I Made Sudra mengatakan, penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida menjadi dasar pengelolaan jasa wisata bahari dan mata pencarian nelayan setempat. Kepastian peruntukan areal meminimalkan konflik masyarakat dan meningkatkan kenyamanan wisatawan.
“ kami melakukan pendataan secara berkala setiap bulannya agar terperinci wisatawan yang datang untuk menyelam di kawasan konservasi perarian;” tambahnya Sudra.





Untuk pendanaan, akan ditetapkan dalam bentuk peraturan daerah. Potensi dana untuk pengelolaan MPA Nusa Penida tinggi. Jumlah turis ke Nusa Penida sebanyak 200.000-260.000 orang per tahun yang sebagian besar turis asing.
Survei 2013, para turis bersedia membayar 5dollar AS untuk sekali datang. ”Jika diambil terendah kedatangan turis 200.000 orang dan tarifnya 2 dollar AS, hampir Rp 4 miliar,” katanya.
Wisata di Nusa Penida dikenal dengan keberadaan ikan mola-mola (sunfish) setiap Agustus. Ikan yang hidup di kedalaman 300-400 meter itu naik ke permukaan untuk membersihkan diri dari parasit.

Share on Google Plus

wak laba

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

http://waklaba.blogspot.com/. Powered by Blogger.